FORUM KOMUNIKASI DAN KEMITRAAN (FKK) DALAM PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL ANYAMAN BAMBU DI KECAMATAN S
Jumlah ukm di kabupaten Probolinggo sebanyak 7.346 adalah bukan jumlah yang kecil, namun bukan pula jumlah yang besar jika dibandingkan dengan semangat entrepreneur yang ingin ditanamkan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat kabupaten Probolinggo. Semangat tersebut terus dipompa kepada masyarakat khususnya UKM untuk meningkatkan daya ungkit pertumbuhan ekonomi melalui sektor usaha mikro dan menengah. Upaya bersama untuk meningkatkan semangat dan kemampuan UKM terus dilakukan, baik oleh SKPD, perusahaan/swasta, lembaga non pemerintah maupun praktisi/pelaku UKM sendiri. Salah satu upaya riil yang telah dilakukan adalah bersama-sama untuk belajar kepada UKM yang telah relatif lebih maju atau berhasil dalam mengembangkan potensi lokal nya. Pada hari selasa dan Rabu tanggal 8 s/d 9 oktober 2013 forum komunikasi dan kemitraan pengembangan ekonomi lokal partisipatif (FKK-PELP) dengan difasilitasi oleh BAPPEDA, yang terdiri dari unsur BAPPEDA, dinas Perindustrian dan perdagangan, dinas koperasi UKM, Kadin, perusahaan dan kelompok UKM bambu manis desa Laweyan kecamatan Sumberasih mengunjungi sentra kerajinan anyaman bambu di desa Gintangan kabupaten Banyuwangi. Banyak wawasan dan informasi yang bisa di serap dalam kunjungan tersebut, diantaranya teknologi, peralatan, finishing bahkan desain produk anyaman yang memiliki peluang pasar yang sangat terbuka, baik pasar lokal maupun regional. Dalam kesempatan tersebut, juga dikunjungi UKM makanan olahan, pusat oleh-oleh khas dan pengrajin barang seni berbahan baku limbah kayu, kerang, bambu dan batok kelapa. Harapan dari kegiatan ini adalah UKM di Probolinggo amati, telaah dan modifikasi atau “ATM” terhadap teknologi, peralatan, finishing, desain produk anyaman bahkan peluang pasar untuk dapat diaplikasikan dan mampu mendongkrak semangat UKM lokal yang ada di kabupaten Probolinggo.
Bagikan Artikel