Konsultasi Publik Program KSPN Pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan konsultasi publik terkait dengan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) pembangunan infrastruktur jembatan kaca Seruni Point TNBTS, Kamis (18/11/2021) di ruang pertemuan Lava Hill Kecamatan Sukapura.
Pembangunan jembatan kaca dibangun di Seruni Point atau di lingkungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) bertujuan ingin lebih menunjukkan keindahan alam dan menambah daya tarik wisatawan serta sebagai unsur edukasi. Dimana kawasan Bromo hingga saat ini mendapatkan pengakuan dari badan dunia dibawah naungan PBB yakni UNESCO, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno sebagai Cagar Biosfer.
Dalam konsultasi publik pembangunan infrastruktur jembatan kaca Seruni Point ini dihadiri Ahmad Subkhi selaku Kepala Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur dan Bali pada Kementerian PUPR, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas pada Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana.
Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo, Kepala Balai Geoteknik Pusat Penelitian, Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementrian PUPR Fahmi Aldiamar dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo R Oemar Sjarief.
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR RI Mohammad Zainal Fatah melalui virtual menjelaskan tujuan kegiatan ini merupakan bagian dari proses yang harus dilakukan dalam hal kebaikan kepada masyarakat. Tentunya acara ini adalah mencari pemahaman bersama tentang aktifitas-aktifitas yang akan dijalankan dan untuk apa aktifitas dijalankan untuk meningkatkan peran Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional.
“Keunikan tentang alam dan status jumlah kawasan yang ada di Bromo Tengger Semeru ini menjadi pilihan KSPN yang terbaik serta disetujui oleh Pemerintah. Alhasil PUPR akan mewujudkan pembangunan jembatan gantung kaca yang pertama kali di Indonesia. Kesempatan ini tidak datang kedua kalinya dan perlu adanya sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah turut mendukung suksesnya pembangunan jembatan kaca,” ungkapnya.
Bagikan Artikel